Korban Dikeroyok, Motor Diamankan Polisi di Bandarlampung Kini Hilang

oleh
oleh

Bandarlampung, Kabarlampung.co – Kasus dugaan penggeroyokan yang dialami DBF (34) warga Tanjung Senang, pada Bulan Februari 2026 lalu, belum mendapatkan kepastian hukum oleh Penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung.

Ironisnya, selain menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang, sepeda motor yang merupakan “Mens rea” dalam peristiwa itu, hilang atau tidak diketahui keberadaannya, meski sempat diamankan dan dibawa oleh petugas kepolisian ke kantor polisi.

“Ya, motor itu awalnya diamankan dan dibawa polisi ke Polsek Sukarame, setelah kejadian,” kata korban, Sabtu, (8/8/2026).

Menurut korban, setelah enam bulan belum mendapat kejelasan terkait proses penanganan hukum yang dilaporkannya, sepeda motor jenis sport yang hendak dijualnya itu tidak diketahui keberadaannya.

“Beberapa pekan dari kejadian penggeroyokan itu, saya melihat masih ada. Tapi sejak Bulan Juli kemarin motor itu sudah tidak ada lagi disana (Polsek Sukarame -red),” ungkap korban.

Korban menceritakan peristiwa itu bermula, saat dirinya hendak menjual kendaraan jenis motor sport kepada seseorang melalui akun media sosial, dengan metode bayar ditempat (Cod), pada Bulan Februari 2026 lalu.

Korban yang dihubungi melalui ponsel oleh calon pembelinya itu, kemudian menyepakati untuk bertemu di kawasan Jagabaya 2, Way Halim Bandar Lampung, sekitar pukul 22.00 wib.

Setibanya dilokasi yang ditentukan, korban bersama seorang rekannya, awalnya bertemu dengan dua orang pria yang mengaku sebagai calon pembeli. Tidak ada rasa curiga, korban mempersilahkan pria tersebut untuk mengecek kondisi sepeda motor.

Saat calon pembeli hendak menguji coba kendaraan atau tes drive, korban meminta untuk ikut naik berboncengan. Namun baru berkisar jarak 200 meter, korban diminta turun oleh calon pembelinya, serta diteriaki sebagai maling.

“Ya saya kaget kok tiba tiba diteriaki maling. Disitu juga saya lihat ada lima orang temannya, sudah menunggu dan langsung memukuli saya,” ujar korban.

Korban yang secara bergantian dipukuli oleh kelompok pria itu, kemudian berlari meminta pertolongan warga sekitar. Bahkan rekan korban yang menemani transaksi kendaraan itu, tak luput dianiaya oleh terduga pelaku.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban, mencoba membantu melerai aksi penggeroyokan tersebut. Keributan akhirnya meredam setelah petugas Unit Reskrim dari Polsek Sukarame tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Peristiwa itu sempat menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.

Khawatir keributan semakin meluas, petugas kepolisian kemudian membubarkan kerumunan warga. Polisi membawa dua orang pria yang diduga sebagai pemicu aksi penggeroyokan tersebut, serta mengamankan kendaraan jenis motor sport yang hendak dijual oleh korban.

“Saat itu saya dibantu warga dibawa ke rumah sakit, dan sudah tidak ingat apa – apa, karena kondisi lemas setelah dipukuli mereka berulang kali,” kata korban.

Setelah menjalani perawatan sejak malam hari, korban kemudian didampingi pihak keluarganya. pada pagi harinya membuat laporan polisi di Polresta Bandar Lampung. Laporan itu tertuang dalam surat laporan LP/B/202/II/2026/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG.

“Laporan saya itu diterima pihak kepolisian, namun sudah enam bulan belum ada kesimpulan terkait perkembangannya. Kalo seperti ini sama saja sudah jatuh tertimpa tangga, motor yang diamankan polisi malam itu juga sekarang tidak tahu dimana,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga bernama Deni yang mengetahui peristiwa itu, membenarkan jika kendaraan jenis motor sport, serta dua orang pria yang diduga sebagai pemicu aksi penggeroyokan itu, dibawa oleh petugas kepolisian ke Polsek Sukarame.

“Ya saya lihat polisi berpakaian preman datang ke Tkp. Ada dua orang pria beserta sepeda motor itu dibawa ke Polsek Sukarame. Selanjutnya tidak tahu seperti apa,” kata warga tersebut.

Sejauh ini korban berharap penanganan kasus dugaan penggeroyokan yang dilaporkannya itu, mendapat titik terang dari Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Korban juga hingga kini belum mengetahui keberadaan sepeda motornya tersebut. (Puji)

Tas Pancing MUrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.